Apakah Main Saham itu halal? Inilah Jawaban dari Analis Saham Independen

Apakah Main Saham itu halal? Inilah Jawaban dari Analis Saham Independen Salam sahabat ayomahir.com! Perkenalkan saya Zulbiadi Latief selaku analis saham syariah ingin berbagi info buat yang mau belajar main saham tapi masih ragu. Khususnya Anda yang mungkin punya kesibukan sehari-hari yang padat.

Sebenarnya, bicara soal saham maka tidak semua orang punya pandangan yang sama. Ada beberapa di antara kita yang berpikiran negative soal main saham ini. Di antara mitos yang sering penulis dengan mengenai saham ini adalah bahwa:
1. Main saham adalah haram
2. Hanya orang yang bermodal besar yang boleh investasi saham

Nah, dua mitos tersebut sebenarnya lahir dari ketidaktahuan dan kurangnya kemauan untuk belajar. Umumnya hal ini banyak dipengaruhi oleh lingkungan yang mungkin sudah sejak dulu berpikiran negative. Nah, inilah yang akan kita bahas pada artikel kali ini.

Oke, sekarang mari kita jawab Apakah Main Saham itu halal?

Padahal, jika kita merujuk pada dali Al-Qur’an maupun Al Hadis, sekalipun kata saham ini belum pernah disebut, tapi secara subtansi investasi saham ini adalah bentuk investasi yang halal.

Salah satu ayat Al-Qur’an menyebutkan “…dan Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…” (QS. al-Baqarah [2]: 275)

Lalu bagaimana dengan saham, apakah termasuk jual beli juga? Ya, pada dasarnya saham adalah bagian dari itu karena pada saat seseorang membeli lembaran saham dari perusahaan maka sama saja ia membeli kepemilikan dari perusahaan tersebut, sekalipun dalam jumlah persentase yang tidak banyak.

Di samping itu, ketika seseorang membeli saham maka ia sebenarnya melakukan investasi juga, yakni dengan ikut mendanai bisnis dari usaha tersebut atas penyertaan dari dana saham yang ia setor.

Hanya saja, tidak selamanya saham itu halal. Ada juga saham yang tidak bisa kita beli, seperti saham dari perusahaan yang menerapkan bisnis riba, gharar dan lainnya yang dilarang dalam Islam. Contohnya, saham dari bank konvensional yang menerapkan prinsip riba maka saya pribadi pun mengatakan bahwa saham dari bank tersebut tidak halal karena ikut mendanai bisnisnya yang secara hukum Islam diharamkan.

Selanjutnya, apakah betul kalau mau main saham harus dengan modal banyak?

Nah, ini juga keliru. Karena pada dasarnya investasi saham itu adalah hal yang sangat mudal dilakukan dan boleh dari kalangan mana saja.

Saya pribadi pernah menulis di blog saya soal belajar cara bermain saham dengan modal kecil bahwa modal beli saham itu bisa dimulai dengan Rp5.000 saja.

Mengapa bisa demikian? Ya, karena saham termurah di BEI saat ini adalah Rp50 per lembar, sedang syarat minimal pembelian adalah 1 lot yang mana per lotnya terdiri dari 100 lembar saham. Jadi jika kita hitung, Rp50 dikali 100 maka hasilnya adalah Rp5.000.

Jadi jangan bilang lagi kalau main saham itu harus jadi konglomerat dulu karena saat ini Bursa Efek Indonesia semakin mempermudah masyarakat yang ingin ikut berinvestasi, bahkan sekalipun masih mahasiswa juga boleh. Asalkan tau resikonya dan mau belajar pasti bisa sukses.

Selain dua kesalahpahaman di atas, ada lagi satu pemikiran yang salah bahwa beli saham itu harus di bank. Ini juga salah, karena sebenarnya beli saham sama sekali tidak lewat bank.

Oleh BEI sendiri sudah mengatur bahwa untuk bisa membeli saham di bursa maka seorang investor harus melalui perusahaan yang disebut dengan perusahaan Sekuritas. Nah, lembaga inilah yang menjadi perantara antara investor dan pasar modal.

Caranya tentu cukup buka rekening di sana. Saat ini ada 108 perusahaan terdaftar di OJK yang bisa kamu pilih.

Dalam tulisan saya sering merekomendasikan perusahaan sekuritas plat merah atau BUMN seperti Mandiri Sekuritas dan BNI Sekuritas, tapi semua kembali kepada Anda masing-masing.

Oke, sepertinya cukup ya! Kalau ada pertanyaan seputar cara bermain saham dengan modal kecil silahkan bertanya. Intinya belajar dan terus belajar jika tidak ingin terjebak dalam mitos yang keliru.